Archive for the ‘tentang manusia’ Category

tentang manusia

February 19, 2010
APAKAH KERANGKA TULANG BARU MEMBUKTIKAN
“ASAL-USUL MANUSIA” MENURUT TEORI DARWIN?

(KHOTBAH #59 DARI KITAB KEJADIAN)

DOES A NEW SKELETON PROVE
DARWIN’S “DESCENT OF MAN”?
(SERMON #59 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Pagi, 11 Oktober 2009

“Maka Allah menciptakan manusia itu” (Kejadian 1:27).

Ke sanalah mereka pergi lagi! Selama bertahun-tahun mereka telah menunjukkan kepada kita suatu diagram ”Asal-usul Manusia” yang melukiskan bahwa manusia merupakan ”keturunan” dari kera yang berevolusi – yang akhirnya menjadi manusia modern.


Lukisan dari “Asal-usul Manusia”
Darwin (1871).

Lukisan modern tentang
“Asal-usul Manusia.”

Sekarang mereka menjelaskan kepada kita bahwa diagram ini salah! Penemuan terakhir dari kerangka fosil di padang gurun Etiopia, menurut Los Angeles Times, “secara dramatis menjungkirnya ide-ide tentang evolusi manusia yang telah tersebar luas dan bagaimana mereka ada sudah dengan berjalan tegak” (Los Angeles Times, October 2, 2009, hal. A1). Penemuan dari kerangka fosil yang mendekati sempurna dari nenek moyang manusia… mendemonstrasikan bahwa nenek moyang kita yang paling awal sama sekali tidak seperti monyet atau manusia setengah monyet lainnya, sebagai mana yang sekarang secara umum telah dipercayai [karena mereka mengajar kita untuk mempercayainya!]. Sebaliknya, berbagai penemuan menunjukkan bahwa nenek moyang manusia… adalah mahkluk primitif yang memiliki sedikit perbedaan dengan masyarakat modern” (ibid). “Berbagai penemuan… juga mengindikasikan bahwa nenek moyang kita mulai berjalan dengan tegak dan hidup di hutan-hutan dan bukan di padang rumput seperti yang diduga para peneliti generasi sebelumnya” (ibid., hal. A1, A18).

Artikel Los Angeles Times ini juga mengatakan, “Catatan fosil nenek moyang manusia… sering tidak lengkap” (ibid., hal. A18). Seorang Paleoanthropolog, Andrew Hill dari Yale University berkata, “Sangatlah jarang menemukan kerang [fosil] yang lengkap. Dalam seluruh pelajaran tentang evolusi manusia… hanya ada tiga atau empat yang tersedia” (ibid). C. Owen Lovejoy dari Kent State University berkata, “Seluruh teori savanna sedang mulai ditinggalkan dengan adanya penjelasan tentang manusia purba yang berjalan tegak… Dan ide bahwa kita berevolusi dari monyet juga akan ditinggalkan.” Dengan kata lain, segala sesuatu yang kita pernah ajarkan berhubungan dengan evolusi manusia harus ditinggalkan! Lovejoy berkata penemuan kerangka baru “memutar kepala evolusi.” Interpretasi-interpretasi Lovejoy “tentang apa yang [fosil katakan] tentang perilaku,” menurut Andrew Hill, dari Yale University adalah “omong kosong belaka” (ibid., hal. A18).

Semua hal ini nampak ”omong kosong belaka” bagi saya! Banyak orang tidak menyadari betapa tipis dan sedikitnya “bukti” tentang diagram “Asal-usul Manusia”, yang pernah kita semua lihat dalam buku teks sekolah kita. Sebagaimana dikatakan oleh Andrew Hill dari Yale University, “hanya ada tiga atau empat [kerangka] yang tersedia” (Times, hal. A18). Pikirkanlah itu! Seluruh teori tentang evolusi manusia di dasarkan pada “hanya tiga atau empat” kerangka tulang! Begitu banyak gambar diagram “Asal-usul Manusia”! Saya tergoda untuk mengutip Dr. Hill, di luar kontek, bahwa semua diagram itu “omong kosong belaka”!

Salah satu masalah dari pandangan Darwin tentang “asal-usul manusia” adalah sesuatu yang didasarkan pada begitu sedikit “bukti” – hanya satu biji gigi, potongan kecil tulang paha, dan seperti yang dikatakan oleh Andrew Hill dari Yale University, “hanya ada tiga atau empat [kerangka] yang tersedia untuk [melacak] seluruh pembelajaran tentang evolusi manusia (Los Angeles Times, ibid., hal. A18). Mengapa ia berkata, “hanya ada tiga atau empat”? Jika memang hanya ada empat maka memang seharusnya ia katakan demikian. Itu berarti bahwa paling sedikit satu dari antaranya lebih kecil dari sebuah fragmen. Ini berarti bahwa dengan penemuan kerangka fosil “baru” ini, yang terbaik, hanya empat kerangka yang lengkap. Ini adalah keseluruhan dasar untuk teori evolusi tentang “asal-usul manusia” – “hanya ada tiga atau empat” kerangka! Bagi saya ini nampak sangat miskin “bukti”, “bukti” yang sangat lemah dan sangat sedikit untuk suatu teori yang dipegang secara luas ini!

Oleh sebab itu, keseluruhan teori evolusi manusia, hanya bergantung pada “hanya tiga atau empat” kerangka tulang dan sedikit fragmen tulang. Bagaimana kita tahu bahwa “tiga atau empat” ini bukan benar-benar kerangka tulang monyet? Bagaimana kita tahu bahwa mereka memiliki hubungan dengan keberadaan manusia? Bagi saya ini benar-benar hanya tebak-tebakan belaka. Atau, jika mereka dihubungkan dengan manusia modern, bagaimana kita tahu bahwa beberapa dari “tiga atau empat” kerangka ini tidak terlalu kerdil, sementara kerangka “baru” yang ditemukan “paling tidak 4 kaki tingginya” (Los Angeles Times, ibid., hal. A18)? Atau, bagaimana kita tahu apakah beberapa dari antara “tiga atau empat” adalah pincang, atau terjadi perubahan bentuk individu yang mungkin terjadi sebagai hasil perkawinan campur? Saya telah melihat orang-orang yang sedang berlalu lalang di jalan-jalan Los Angeles yang kelihatannya mirip dengan gambar-gambar tentang “Manusia Neanderthal.” Bagaimana kita tahu bahwa beberapa dari “tiga atau empat” fosil ini sebenarnya tidak seperti aslinya? Kita tidak dapat mengetahuinya!

Ketika saya berumur enam tahun ayah saya mengajak saya untuk melihat “Santa Claus Parade” di Hollywood Boulevard. Ia memanggul saya di pundaknya supaya saya dapat melihat “Santa Claus” ketika ia berjalan di antara kerumunan orang banyak. Ketika ayah saya menurunkan saya dari pundaknnya saya menyadari betapa kecilnya saya, seorang anak yang sama sekecilnya dengan saya, berjalan sambil menjual Koran dan menghisap sebuah cerutu hitam dan besar. Ketika saya memperhatikan dia, anak kecil yang menghisaf cerutu itu saya berpikir, jika kerangka anak kecil itu ditemukan beberapa ribu tahun kemudian, para ilmuwan ini pasti akan menyebutnya “asal-usul manusia.” Mereka akan menyebut kerangka tulangnya dengan sebutan “Hollywoodicus Pithecus” – “Manusia Kera dari Hollywood”! Anda tertawa, namun bukankah itu apa yang terjadi dengan apa yang disebut “Manusia Nebraska”?

Apakah bukti “saintifik” untuk “Manusia Nebraska? Yang namanya diikuti dengan nama penemunya, yaitu Harold Cook yang menemukannya di Nebraska, dan ras baru dari manusia prasejarah menurut mereka telah ditemukan fosilnya. Itu adalah “Hespero Pithecus Haroldcookii” – “Hespero” yang berarti “barat.” “Pithecus” yang berarti “monyet.” “Haroldcookii” diambil dari nama penemunya yaitu Harold Cook . Jadi Hespero Pithecus Haroldcookii adalah “manusia monyet barat yang ditemukan oleh Harold Cook.” Itulah manusia purba yang popular yang dikenal dengan nama “Manusia Nebraska.” Dr. W. A. Criswell berkata,

Pada pengadilan tentang evolusi (Scopes evolution trial) [1925] di Dayton, Tennessee, William Jennings Bryan [pembela Penciptaan menurut Alkitab] dilawan oleh sejumlah besar tokoh-tokoh saintifik ternama yang dipimpin oleh Dr. H. H. Newman dari University of Chicago. Di antara “bukti-bukti” untuk evolusi yang Dr. Newman dan para koleganya presentasikan adalah “Manusia Nebraska,” [yang menurut para professor itu adalah] salah satu ras dari manusia yang pernah hidup di [Amerika Serikat] satu juta tahun yang lalu. Bryan [berkata] bahwa bukti itu terlalu terbatas untuk mendasarkan kesimpulan di atas sesuatu yang jauh dari kenyataan, dan Bryan meminta waktu dan bukti yang lebih banyak lagi. (W. A. Criswell, Ph.D., “The Hoaxes of Anthropology,” Messages From My Heart, REL Publications, 1994, hal. 48).

Perusahaan surat kabar di Inggris mengirimkan seorang reporter ke Amerika untuk mempelajari semua tentang “Manusia Nebraska” ini. Ia menulis artikel tentang itu untuk Illustrated London News. Pada halaman utama surat kabar itu tercetak gambar laki-laki dan perempuan dari “Manusia Nebraska” ini. Clarence Darrow, pengacara yang membela pandangan evolusi pada persidangan Scopes Trial, menang dengan menunjukkan surat kabar yang terdapat lukisan “Manusia Nebraska” ini, dan berkata bahwa ini adalah “bukti saintifik” yang paling menguatkan untuk membuktikan bahwa Bryan adalah orang bodoh yang mempercayai Alkitab. Dr. Criswell berkata,

Namun para ahli itu mengejeknya [Bryan]. Mereka mentertawakan dia. Mereka membuat lelucon untuk itu. Para ahli saintifik tersohor di dunia tahu bahwa Manusia Nebraska berumur satu juta tahun. (Criswell, ibid., hal. 48).

Namun seluruh bukti untuk Manusia Nebraska hanya didasarkan pada penemuan satu biji gigi! Namun itu sudah cukup bagi para ilmuwan! Criswell berkata,

      Dr. William K. Gregory, curator dari American Museum of Natural History, dan professor paleontologi di Columbia University, menyebutkan “gigi seharga satu juta dollar,” dan ia menguraikannya bahwa mengatakan gigi itu adalah milik manusia purba yang berumur satu juta tahun adalah suatu perkiraan yang terlalu berani untuk itu.
       Dr. Fairfield Osborn, paleontolog tersohor Amerika pada zamannya, mengalamatkan kepada the American Philosophical Society di Philadelphia, 27 April 1927, meletakkan “Hespero pithecus” [Manusia Nebraska] dengan daftar garis keturunannya.
       Apa yang ditemukan oleh Mr. Harold Cook di Negara bagian Nebraska itu… yang didiciptakan menjadi sesuatu yang luar biasa oleh orang-orang yang disebut para ilmuwan yang mentertawakan William Jennings Bryan dengan bukti-bukti saintifik mereka? Apakah yang ditemukan oleh Harold Cook?
       Beberapa tahun setelah Scopes Trial itu, seluruh kerangka tulang dari mana gigi itu tercabut ditemukan. Kemudian itu menyingkapkan rahasia gigi itu, yang di atasnya Manusia Nebraska didasarkan, yang pada kenyataannya adalah fosil seekor babi! Itu adalah gigi seekor babi!… Itulah orang-orang yang mentertawakan William Jennings Bryan! Itulah orang-orang yang menghubungkan seluruh ras manusia dari sebuah gigi babi! Itulah orang-orang yang bahkan menanggalkan umur ras manusia itu sekitar satu juta tahun, berdasarkan bukti dari satu gigi seekor babi! Manusia Nebraska. Itu adalah salah satu dari omong kosong ilmu anthropologi! (Criswell, ibid., hal. 49).

Ada beberapa “omong kosong” seperti itu, sepertinya para ilmuwan berusaha keras untuk menemukan bukti untuk teori Darwin. Namun nampak bagi saya bahwa ini adalah apa yang pada dasarnya salah. “Metode saintifik” mensyaratkan bahwa Anda mengumpulkan bukti dan teori itu dapat dibangun dari bukti itu. Namun teori “Asal-usul Manusia” Darwin tidak didasarkan pada “metode saintifik.” Sebaliknya membuat teori terlebih dahalu baru mencari buktinya, para evolusionis terlebih dahulu membangun teori dan setelah itu mencari bukti – dan untuk bertahun-tahun lamanya mereka berusaha keras untuk menemukan bukti guna membuktikan teori ini! Itulah sebabnya mengapa begitu banyak omong kosong dalam bidang anthropologi, seperti tentang penemuan Manusia Nebraska, Manusia Purba Jawa [didasarkan pada temuan tulang-tulanng siamang/sejenis kera], Rahang Heidelberg [dibuat dari plaster Paris], dan Manusia Piltdown [yang didasarkan pada penemuan gigi monyet yang sengaja dipalsukan dengan diberi pewarna kalium karbonat agar kelihatan seakan-akan kuno]. Omong kosong anthropologi ini ditempatkan di musium-musium terkenal dunia, dan dituliskan dalam buku-buku sekolah di seluruh dunia. Saya membacanya dalam buku teks sekolah saya di sekolah menengah umum, dan waktu itu saya berpikir kalau itu benar! Hari ini nampak bagi saya bahwa ada banyak “kabut dan bayangan-bayangan” yang menutupi banyak orang sehingga tidak melihat bahwa gagasan tentang “asal-usul manusia” itu adalah suatu penipuan.

Dan sekarang, beberapa hari yang lalu, Ardipithecus Ramidus telah membuka selubung itu dengan penemuan baru yang luar biasa dan bukti tentang evolusi manusia. Dr. Owen Lovejoy dari Ohio’s Kent State University, menyambut penemuan kerangka baru ini, dan berkata, “Kita harus menulis kembali buku teks tentang asal-usul manusia” (USA Today, October 2, 2009, hal. 1A).

Tidak terlalu cepat! Charles Darwin menerbitkan bukunya yang berjudul, The Descent of Man, pada tahun 1871. Para pengikutnya di kalangan masyarakat “saintifik” telah menghabiskan waktu selama 138 tahun untuk membuktikan teori ini. Namun mereka semua datang dengan serangkaian omong kosong dan, seperti dikatakan oleh Dr. Andrew Hill dari Yale University, “hanya ada tiga atau empat [kerang lengkap] yang tersedia” (Los Angeles Times, ibid., hal. A18). Dan para ilmuwan ini bahkan tidak dapat memiliki kesepakatan di antara mereka sendiri berhubungan dengan pentingnya kerangka “baru” ini. Dr. Andrew Hill dari Yale mengatakan apa yang disampaikan oleh Dr. Owen Lovejoy, dari Kent State University, “omong kosong belaka” (Los Angeles Times, ibid.).

Seperti yang telah saya katakan pada permulaan khotbah ini, saya menyebut seluruh ide tentang “Asal-usul Manusia” adalah omong kosong belaka! Mereka membutuhkan wakti 138 tahun untuk membuktikan teori mereka, dan mereka gagal membuktikannya. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak orang di kalangan masyarakat saintifik yang kini berani mempertanyakan gagasan-gagasan Darwin. Namun dengan mereka mempertanyakan itu dapat mendatangkan resiko bagi mereka – karena bisa-bisa mereka ditembak oleh karena melakukan itu. Ini terbukti dalam film Ben Stein, “Expelled: No Intelligence Allowed.” Ben Stein berterimakasih kepada para penonton yang membuat film ini sebagai “film documenter nomer satu tahun 2008.” Dokumenter Stein menunjukkan bahwa masyarakat akademik sangat mempercayai gagasan-gagasan Darwin sehingga bila ada mahasiswa yang menyangsikannya akan dikenai hukuman secara akademik, dan para professor yang mempertanyakan Darwin kemungkinan besar akan diusir atau dipecat dari kedudukan mereka sebagai dewan pengajar. Klik di sini untuk melihat review dari “Expelled” dan belilah film.

Namun kami tahu bahwa Anda dapat menjadi orang Kristen walaupun sambil kuliah di universitas. Namun Anda harus bungkam, mempelajari sampah mereka, dan mengembalikan kepada mereka ketika Anda mengikuti ujian. Anda tidak harus mempercayai teori evolusi manusia! Saya tamat dari Los Angeles City College, Cal Stat L.A., dan dua seminari yang sangat liberal namun saya tidak mempercayai apa yang mereka ajarkan tentang “asal-usul manusia.” Dr. Chan dan Dr. Judith Cagan keduanya adalah tamatan dari fakultas kedokteran namun juga tidak mempercayai teori tersebut. Dr. Cagan tamat dengan gelar Ph.D. dalam bidang matematika dari UCLA, namun juga tidak mempercayai teori tersebut. Masih banyak yang lain di gereja kita yang menerima gelar dari beberapa perguruan tinggi sekuler dan universitas yang tidak mempercayai teori tersebut, sehingga Anda juga dapat melakukannya! Kami semua percaya apa yang dikatakan dalam Alkitab dalam Kejadian 1:27,

“Maka Allah menciptakan manusia itu” (Kejadian 1:27).

Di gereja kami, kami percaya bahwa manusia diciptakan langsung oleh Allah. Oleh sebab itu kami menolak fiksi ilmu pengetahuan yang tanpa bukti dari teori “Asal-usul Manusia” Darwin (1871). Fiksi ilmu pengetahuan tidak didukung oleh Alkiatb!

Dan Dr. Criswell menekankan bahwa

      Tuhan kita Yesus Kristus menegaskan [catatan kitab Kejadian] tentang penciptaan [manusia] (Matius 19:4-6). [Kristus] mengakui inspirasi ilahi dari catatan kitab Kejadian tentang penciptaan… Tentu sudah pasti sang Juruselamat tidak mungkin membuat kesalahan dalam penegasan-Nya tentang sejarah itu.
       Inspirasi illahi untuk catatan tentang penciptaan manusia dalam kitab Kejadian diterima oleh Paulus yang menulis di bawah inspirasi Roh Kudus. Bandingkan Roma 5:14. Baca I Korintus 15:21-22, 45, 47. [Rasul Paulus] memandang… kitab Kejadian sebagai wahyu sejarah dari Allah (W. A. Criswell, Ph.D., “Fact or Fable in Genesis,” Why I Preach that the Bible is Literally True, Broadman Press, 1973 edition, hal. 129-130).

Buku Dr. Criswell dapat dibeli di toko buku kami. Dan buku yang luar biasa dari Dr. Henry M. Morris, The Genesis Record juga tersedia di sini, demikian juga buku The Genesis Flood karya Dr. John C. Whitcomb dan Dr. Morris. Buku-buku tersebut akan membantu Anda untuk melihat mengapa kami percaya bahwa penciptaan manusia dilakukan secara langsung oleh Allah sendiri.

“Maka Allah menciptakan manusia itu…” (Kejadian 1:27).

Namun motif terkuat untuk percaya catatan Alkitab tentang penciptaan manusia datang secara langsung melalui perjumpaan kita dengan Tuhan Yesus Kristus. Ketika Anda datang kepada Kristus dan dilahirkan kembali, dan dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya yang mahal yang Ia curahkan di kayu Salib untuk menyelamatkan Anda. Ketika Anda lahir baru kebenaran-kebenaran luar biasa dari Penciptaan menjadi nyata dan hidup bagi Anda. Saya berdoa kiranya ini akan menjadi pengalaman Anda. Amin. Nyanyikan refren dari lagu “Ye Must Be Born Again”!

Engkau harus dilahir-barukan,
   Engkau harus dilahir-barukan,
Sungguh, ku katakan kepadamu,
   Engkau harus dilahir-barukan,
(“Ye Must Be Born Again” by William T. Sleeper, 1819-1904).

tentang manusia

February 19, 2010

reborn:
Teori Evolusi dan Asal Usul Manusia

I. Pendahuluan
Evolusi adalah perubahan genotip pada suatu populasi yang berlangsung secara perlahan-lahan dan memerlukan waktu yang sangat panjang.

II. Teori Evolusi

2.1 Teori evolusi menurut Jean Lamarck
Evolusi organik terjadi karena perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pengaruh lingkungannya dapat diturunkan.Organ yang mengalami perubahan karena terus menerus dipakai akan berkembang makin sempurna dan organ yang tidak diperlukan lagi lama kelamaan perkembangannya menurun dan akhirnya rudiment atau atrofi.Teori Lamarck disanggah Weismann.

2.2 Teori evolusi menurut Charles Darwin
Spesies yang ada sekarang adalah keturunan dari spesies-spesies sebelumnya.Seleksi alam sangat menentukan berlangsungnya mekanisme evolusi.Seleksi alam merupakan gagasan murni dari Darwin. Sementara teori pertama di atas telah ada sejak jama Yunani kuno, hanya saja Darwin menjelaskannya secara lebih tajam dan detil.

III. Ciri-ciri proses evolusi
Ciri-ciri proses evolusi
1. Evolusi adalah perubahan dalam satu populasi BUKAN perubahan individu.
2. Perubahan yang terjadi hanya frekuensi gen-gen tertentu, sedangkan sebagian besar sifat gen tidak berubah.
3. Evolusi memerlukan penyimpangan genetik sebagai bahan mentahnya. Dengan kata lain harus ada perubahan genetik dalam evolusi.
4. Dalam evolusi perubahan diarahkan oleh lingkungan, harus ada faktor pengarah sehingga evolusi adalah perubahan yang selektif.

Faktor perubahan
1. Mutasi gen maupun mutasi kromosom menghasilkan bahan mentah untuk evolusi. Tetapi Darwin sendiri sebenarnya tidak mengenal mutasi ini, sementara mutasi merupakan peristiwa yang sangat penting yang mendukung keabsahan teori Darwin/
2. Rekombinasi perubahan yang dikenal Darwin. Rekombinasi dari hasil-hasil mutasi memperlengkap bahan mentah untuk evolusi.

Faktor pengarah :
1. Dalam setiap species terdapat banyak penyimpangan yang menurun, karenanya dalam satu species tidak ada dua individu yang tepat sama dalam susunan genetiknya (pada saudara kembar misalnya, susunan genetiknya tetap tidak sama).
2. Pada umumnya proses reproduksi menghasilkan jumlah individu dalam tiap generasi lebih banyak daripada jumlah individu pada generasi sebelumnya.
3. Penambahan individu dalam tiap species ternyata dikendalikan hingga jumlah suatu populasi species dalam waktu yang cukup lama tidak bertambah secara drastis.
4. Ada persaingan antara individu-individu dalam species untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya dari lingkungannya. Persaingan intra species ini terjadi antara individu-individu yang berbeda sifat genetiknya. Individu yang mempunyai sifat paling sesuai dengan lingkungannya akan memiliki viabilitas yang tinggi. Di samping viabilitas juga fertilitas yang tinggi merupakan faktor yang penting dalam seleksi alam.

Mekanisme evolusi terjadi karena adanya variasi genetik dan seleksi alam.
Variasi genetik muncul akibat : mutasi dan rekombinasi gen-gen dalam keturunan baru.

Frekuensi Gen
Pada proses evolusi terjadi perubahan frekuensi gen. Bila perbandingan antara genotp-genotp dalam satu populasi tidak berubah dari satu generasi ke generasi, maka frekuensi gen dalam populasi tersebut dalam keadaan seimbang. Frekuensi gen seimbang bila :
1. Tidak ada mutasi atau mutasi berjalan seimbang (jika gen A bermutasi menjadi gen a, maka harus ada gen a yang menjadi gen A dalam jumlah yang sama).
2. Tidak ada seleksi
3. Tidak ada migrasi
4. Perkawinan acak
5. Populasi besar

Bila frekuensi gen dalam satu populasi ada dalam keadaan seimbang berlaku Hukum Hardy Weinberg.
Apabila frekuensi gen yang satu dinyatakan dengan p dan alelnya adalah q, maka menurut Weinberg : (p+q)=1
Bila frekuensi gen A=p dan frekuensi gen a =1 maka frekuensi genotip :
AA : Aa : aa : p^2 : 2pq : q^2

Terbentuknya spesies baru dapat terjadi karena :
1. Isolasi waktu
   Misalnya adalah kuda. Kuda jaman eosen yaitu Eohippus – Mesohippus – Meryhippus – Pliohippus – Equus. Dari jaman eosin hingga sekarang seorang ahli palaentolog menduga telah terjadi 150 ribu kali mutasi yang menguntungkan untuk setiap gen kuda. Dengan dmikian terdapat cukup banyak perbedaan antara nenek moyang kuda dengan kuda yang kita kenal sekarang. Oleh sebab itu kuda-kuda tersebut dinyatakan berbeda species.
2. Isolasi geografis
Burung Fringilidae yang mungkin terbawa badai dari pantai Equador ke kepulauan Galapagos. Karena pulas-pulau itu cukup jauh jaraknya maka perkawinan populasi satu pulau dengan pulau lainnya sangat jarang terjadi. Akibat penumpukan mutasi yang berbeda selama ratusan tahun menyebabkan kumpulan gen yang jauh berbeda pada tiap-tiap pulaunya. Dengan demikian populasi burung di tiap-tiap pulau di kepulauan Galapagos menjadi spesies yang terpisah.
3. Domestikasi
Hewan ternak yang dijinakkan dari hewan liar dan tanaman budi daya dari tumbuhan liar adalah contoh domestikasi. Domestikasi memindahkan makhluk-makhluk tersebut dari habitat aslinya ke dalam lingkungan yang diciptakan manusia. Hal ini mengakibatkan muncul jenis hewan dan tumbuhan yang memiliki sifat menyimpang dari sifat aslinya.
4. Mutasi kromosom
adalah peristiwa terjadinya species baru secara cepat.

Isolasi Reproduksi
Tanda dua populasi berbeda species bila mereka tidak dapat berhybridisasi disebut juga bila mereka mengalami Isolasi reproduksi.
Isolasi reproduksi terjadi karena :
1. Isolasi ekologi : isolasi karena menempati habitat yang berbeda.
2. Isolasi musim : akibat berbeda waktu pematangan gamet
3. Isolasi tingkah laku : akibat berbeda tingkah laku dalam hal perkawinan.
4. Isolasi mekanik : karena bentuk morfologi alam kelamin yang berbeda.
5. Isolasi gamet : karena gamet jantan tidak memiliki viabilitas dalam alat reproduksi betina.
6. Terbentuknya basta mandul
7. Terbentuk bastar mati bujang

IV. Bukti-bukti adanya evolusi
1. Adanya variasi antara individu-individu dalam satu keturunan.
2. Adanya pengaruh penyebaran geografis
3. Adanya fosil-fosil di berbagai lapisan bumin yang menunjukkan perubahan secara perlahan-lahan.
5. Adanya data sebagai hasil studi mengenail komperatif perkembangan embrio.

tentang manusia

February 19, 2010
<!––> <!–perbesar gambar

–>

Ringkasan Buku Asal Usul Manusia

Dalam buku ini Richard Leakey, salah seorang ilmuwan garda depan paleoantrolopologi, memaparkan pencapaian ilmu pengetahuan mengenai asal-usul manusia. Menurut ia, ada empat tahap kunci evolusi manusia yang menjawab pertanyaan: Apa yang menjadikan manusia manusiawi. Pertama, kemunculan manusia pertama, sosok kera bipedal, antara tujuh dan lima juta tahun yang lalu. Kedua, manusia-manusia itu menyebar bersama dengan kemampuan adaptasi diri mereka (adaptive radiation). Ketiga, antara tiga dan dua juta tahun silam, salah satu spesies manusia mempunyai kapasitas otak lebih besar daripada manusia lain. Inilah awal kemunculan genus Homo, cabang pohon silsilah manusia. Keempat, muasal manusia modern, Homo sapiens, manusia seperti kita, yang mempunyai keprigelan teknologi, imajinasi artistik, bahasa, dan akal-budi.

tentang manusia

February 19, 2010
Tidak mudah menyibak asal-usul manusia. Buktinya, para arkeolog baru bisa menyimpulkan hasil penelitian mereka atas tiga buah fosil kerangka manusia yang ditemukan di Ethiopia 1997 lalu. Fosil yang terdiri atas dua kerangka manusia dewasa dan seorang anak itu diduga berusia 160.000 tahun. Ketiganya digali keluar dari lapisan sedimen tanah dekat sebuah desa bernama Herto di wilayah Afar, bagian timur Ethiopia. Fosil ini disebut-sebut sebagai fosil tertua manusia modern alias Homo sapiens.Yang menggembirakan bagi para ilmuwan adalah bahwa spesimen tersebut memiliki banyak kecocokan dengan studi genetika yang menyatakan manusia berasal dari Afrika. ”Semua penelitian genetika membuktikan kalau manusia modern berasal dari Afrika, dan kini kita sudah benar-benar menemukan bukti fosilnya di sana,” ujar Professor Tim White, salah satu anggota penemu fosil itu seperti yang dilansir BBC News baru-baru ini. Ahli palaentologi dari University of California di Berkeley itu berpendapat, spesimen ini sangat penting dalam sejarah arkeologi sebab menjadi jembatan untuk jurang yang ada antara bentuk temuan fosil di Afrika sebelumnya dengan bentuk kerangka manusia modern yang berusia 100.000 tahun lalu.Meski begitu, bukan berarti fosil kerangka ini sangat mirip dengan kerangka manusia modern yang kita kenal saat ini. Kerangka mereka lebih besar dan panjang. Perbedaan kecil ini membuat para peneliti mengklasifikasikannya sebagai subspesies baru yang bernama Homo sapiens idaltu. Idaltu di sini berarti lebih tua dalam bahasa Afar setempat. Hasil analisis penemuan di Herto ini baru diungkapkan akhir pekan silam. Hasilnya cukup disambut gembira oleh sejumlah peneliti yang berteori bahwa manusia modern kini berasal dari benua Afrika pada 200.000 tahun lalu. Hipotesa yang popular dengan nama Out of Africa ini menyatakan bahwa migrasi yang terjadi oleh manusia modern ini menjadi penyebab menyebarnya manusia ke seluruh penjuru dunia, termasuk manusia Neandertal di Eropa. Teori ini berasal dari penelitian genetika dan sangat berlawanan dengan penelitian sebelumnya yang hanya berdasarkan temuan fosil. Namun dengan ditemukannya fosil di Herto, maka kebenaran semakin bisa didekati.”Fosil ini merupakan bukti yang luar biasa dan mendukung teori Out of Africa,” komentar Professor Chris Stringer, Natural History Museum kepada BBC News. ”Manusia pemilik kerangka ini hidup di tempat dan waktu yang tepat sesuai perkiraan kita. Maka mereka adalah nenek moyang kita semua.”Fosil kerangka ini ditemukan dalam sebuah lapisan tanah mongering dan terselubungi debu. Mereka digali dan berhasil diidentifikasi pertama kali pada 1997, namun baru saat ini para peneliti memberanikan diri untuk mengumumkan hasil penelitiannya. Selain kerangka manusia, mereka juga menemukan fosil kerangka kerbau di dekatnya. Temuan ini membuktikan bahwa manusia purba memang sudah mengenal cara berburu dan memakan daging. Kerangka anak kecil yang ditemukan diperkirakan berusia enam atau tujuh tahun saat meninggal, terdiri atas 200 keping tulang-belulang yang sudah hancur. Semua kumpulan tulang itu dikumpulkan dan disusun kembali. Dari penelitian disimpulkan bahwa ketiganya meninggal bukan karena gaya hidup kanibalisme, tapi akibat sebuah ritual keagamaan.Perilaku ritual semacam ini sama dengan kebiasaan di beberapa tempat seperti Papua Nugini, di mana ada kebiasaan meletakkan kerangka suatu keluarga secara bersama-sama. Anggota keluarga yang meninggal dikubur di tempat yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Menurut Profesor White, demikianlah satu penjelasan yang paling masuk akal. Penemuan fosil di Ethiopia ini juga dipublikasikan di jurnal ilmuan Nature terb

tentang manusia

February 9, 2010

Asal Usul Manusia (1)

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29)

Muqadimah

Diantara sekian banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian canggih, masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia. Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini. Hal ini diperkuat dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Pitheccanthropus dan Meghanthropus.

Di lain puhak banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama. Yang menjadi pertanyaan adalah termasuk dalam golongan manakah Adam ? Apakah golongan fosil yang ditemukan tadi atau golongan yang lain ? Lalu bagaimanakah keterkaitannya ?

Asal Usul Manusia menurut Islam

Kita sebagai umat yang mengakui dan meyakini rukun iman yang enam, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan.

“Kitab (Al Qur’an) in tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib…..” (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)

Dengan memperhatikan ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki unsur utama yang dijelaskan dalam Al Qur’an yaitu Iman kepada yang Ghaib. Ini sebenarnya tampak pula dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan, dsb. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.

Tahapan kejadian manusia :

a) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)

Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :

“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) : 7)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26)

Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :

“Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)

b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)

Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. Yaasiin (36) : 36)

Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak…” (QS. An Nisaa’ (4) : 1)

Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :

“Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim)

Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.

c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)

Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.

Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).

Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :

“Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya).” (HR. Bukhari-Muslim)

Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).

Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan : “Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu”. Selain iti beliau juga mengatakan, “Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya.”

Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :

“…Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)…” (QS. Az Zumar (39) : 6).


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.